Karena itu kan jaminan otak dan kualitas mekanik dipertaruhkan," jelas ibnu sambodo, begawan 4-tak manual tech jogja. Yang sulit diraba perkiraan minimalnya. Nah, tinggal hitung sendiri mana yang bisa ditekan atau diganti tentu sesuai jenis atau merek motor, selera, mekanik yang dipilih dan tentu isi kantong. Sumber : ManiakMotor.com
ROHIDINIBNU SAMBODO. 152 likes · 1 talking about this. menjalin persaudaran dan kerukunan satu sama lainya
IbnuSambodo bilang, tim ijonya harus mengikuti perkembangan zaman. Karburator di balap bebek memang sudah mulai usang. "Mudah-mudahan akhir tahun ini, injeksi di Edge bisa diterapkan," kata Ibnu dengan yakin sebelum doi bertolak ke Sepang, Malaysia untuk ikut latihan ARRC pada 4 - 5 Maret di Malaysia. Ya, memang harus modern. Ardel
Tunersekaligus pemilik tim Manual Tech, Ibnu Sambodo, menjelaskan seperti dilansir dari otomotifnet.com, bahwa panjang pendeknya knalpot menentukan karakter tunggangan. Knalpot dengan bentuk yang panjang, akan cocok untuk trek yang lurus-lurus, atau dengan kata lain, persebaran tenaganya lebih merata.
Australia dan Jepang sudah resmi membatalkan event balap MotoGP. Bahkan Olympiade Tokyo diundur 2021. China juga sulit karena banyak event besar di batalkan, termasuk MXGP China dibatalkan. Mereka memang sedang serius menangani Virus Covid-19, "tambah Ibnu Sambodo yang juga merangkap Chief-Mechanic dan bermarkas di Sleman, Yogyakarta.
IbnuSambodo Dan Mekanik Jepang. 5 years ago 5 years ago News. Jakarta - Sang Begawan underbone 4-tak, Ibnu Sambodo kini mulai bermain di arena supersport. Bersama tim Kawasaki, Ibnu akan turun di kejurnas dan Asian Grand Prix Supersport. Dan, mekanik kawakan itu langsung dapat pelajaran penting dari para mekanik Jepang yang jadi partnernya.
bECUS. ABOUT The Linux App Summit LAS brings the global Linux community together to learn, collaborate, and help grow the Linux application ecosystem. Through talks, panels, and Q&A sessions, we encourage attendees to share ideas, make connections, and join our goal of building a common app ecosystem. JOIN US This year’s Linux App Summit will be a hybrid event. The conference will be held in person somewhere in the world and attendees will also be able to join us remotely. More details will be added about our 2024 venue later. There is no cost to attend LAS, but registration is required. To watch and participate remotely in the event you’ll need to log in to our conference platform using a password-protected link. You’ll receive this link after registering.
profesional untuk riset dan pengembangan motor by Manual Tech Yogyakarta terbukti makin menebar pesona saat ini. Banyak tim yang kemudian tertarik. Pindah bengkel untuk kemudian mempercayakan kepada para mekanik Manual Tech Yogyakarta yang dikomandoi Ibnu Sambodo. Sebut saja diantaranya yang sudah memastikan diantaranya adalah tim Suhandi Padang88, Dit’s Palangkaraya, PARD dan lain-lain. Bagaimana komentar pemilik Manual Tech Yogyakarta, Ibnu Sambodo atas fenomena ini ? “Dalam kondisi seperti ini dimana Covid-19 masih menjadi problem bersama, saya pikir penting bagi kita untuk menerima jasa riset dan pengembangan motor. Jadi ini buat pemasukan anak-anak juga. Penting untuk survive, “ucap Ibnu Sambodo yang juga pemilik diler Kawasaki M-Tech yang ada di Jl. Gito Gati, Sleman, Yogyakarta. BACA JUGA0 Ibnu Sambodo Jelaskan Soal AM Fadly Balapan Bebek OnePrix Sentul Bareng M-Tech “Terpenting, saya tekankan untuk fokus riset. Kawal langsung motornya di trek atau dalam event balap. Jangan sampai tidak diback-up langsung. Sayapun ikut langsung terjun membantu, “tambah Ibnu Sambodo. Anyway, bicara track record prestasi Manual Tech Yogyakarta tidak perlu ditanyakan lagi. Memang sudah terbukti meraih juara balap Asia kelas AP250. Bahkan kalahkan tim mewah dan berkelas’ Astra Honda Racing Team. AM Fadly sukses merebut jawara AP250 ARRC 2019. Bicara balap bebek, Manual Tech sudah langganan jawara nasional sejak era MotoPrix hingga IndoPrix. BACA JUGA Tim Manual Tech Pastikan Balap Kejurnas Motorsport IMS 2021 Sentul, Siapa 2 Ridernya ? Fakta berbicara memang Manual Tech Yogyakarta tidak terfokus pada satu mekanik. Sumber daya berkualitasnya terdiri dari beberapa orang. “Untuk Sport 250 yang dipakai AM Fadly, itu garapannya Agus Kenthus. Dia yang dominan mengerjakannya. Kalau mapping pengapiannya Novel Rextor, “ujar Ibnu Sambodo yang mengaku siap meramaikan balap Kejurnas Motorsport 2021 IMS 2021 Sentul, khususnya kelas Sport 250 cc. “Intinya kita terus membangun komunikasi untuk menciptakan motor yang lebih baik. Ketika ada masalah yang perlu didiskusikan, kita serius pecahkan bersama, “tambah Ibnu Sambodo. BB1
Dito/GridOto Ibnu Sambodo saat ditemui di Kawasaki Manual Tech - Ibnu Sambodo pemilik Kawasaki Manual Tech, tim balap yang cukup lama berkecimpung di motorsport Indonesia. Dalam tim Kawasaki Manual Tech, Ibnu Sambodo juga sebagai tuner yang sangat diandalkan. Pasti sudah banyak melihat pembalap lokal yang hebat. Ia bertemu dengan beberapa waktu lalu, membagi pengalamannya sepanjang karir sebagai mekanik balap. BACA JUGA Blak-blakan Hendriansyah Mana Lebih Penting Buat Pembalap, Fisik atau Mental? Nah, kali ini Pak Dhe Ibnu Sambodo Mau kasih resep jadi pembalap top loh. Pesan Ibnu Sambodo yang pertama adalah bukanlah nyali masalah mental. "Karena orang yang balapan sudah pasti punya nyali tapi belum tentu punya mental kuat," kata Pak Dhe. "Biasanya pembalap dari pasar senggol mentalnya kuat, karena perasingannya ketat," tegas Ibnu Sambodo.
Perawakannya kecil, penampilannya juga biasa saja. Tapi jangan anggap enteng kemampuan lelaki bernama Ibnu Sambodo tersebut. Dari tangannya telah lahir mesin-mesin hebat dengan setumpuk prestasi di dunia balap motor. Tak cuma di tingkat nasional, Ibnu juga kerap mengharumkan nama Indonesia di pentas balapan Asia. Salah satunya, motor Kawasaki Blitz hasil oprekannya berhasil memenangi race pertama kelas 110cc di Seri 1 FIM Asian GP yang digelar di sirkuit Sepang, Malaysia, April 2009. Catatan prestasi Ibnu akan lebih panjang lagi bila ditarik ke belakang. Bersama tim waktu itu Suzuki Manual Tech yang ia komandani, beberapa kali pembalap-pembalapnya naik podium. Juni 2008, motor oprekannya mengukir dua rekor fastest lap sekaligus di sirkuit Sentul. Satu di kategori superpool dengan catatan 1 menit 57,2 detik, dan satu lagi di kategori qualification time trial QTT dengan catatan 1 menit 57,76 detik. Setelah bermitra dengan Suzuki sejak tahun 2000, mulai 2009 Manual Tech digandeng Kawasaki. Praktis ini menjadi debut pertama Ibnu menangani mesin dari pabrikan berbeda. Dan ia langsung membuktikan kepiawaiannya dalam meracik mesin motor. Selain satu gelar di Sepang, sekali lagi Ibnu menaklukkan sirkuit Sentul dengan memecahkan rekor fastest lap di kategori QTT. Kawasaki Athlete 125cc hasil oprekannya sukses mengantarkan pembalap andalannya, Hadi Wijaya, menorehkan catatan rekor 1 menit 57,657 detik. Hadi bahkan nyaris memenangi lomba kalau saja tidak mengalami gangguan mesin di lap terakhir. Dengan deretan prestasinya itulah Ibnu lantas disebut-sebut sebagai begawan motor 4 tak Indonesia. Ia sangat piawai memodifikasi motor agar bisa berlari kencang di atas lintasan balap. Lelaki yang akrab dipanggil Pakdhe ini bahkan disejajarkan dengan Jeremy Burgess, tuner kondang kelahiran Australia yang telah mengantarkan tiga juara dunia MotoGP termasuk Valentino Rossi. Pasalnya, tak peduli motor merek apa yang dioprek, baik Ibnu maupun Burgess selalu berhasil mengantarkan pembalapnya menang. Dari keluarga guruTiga kali menorehkan rekor fastest lap di Sentul dengan dua pabrikan berbeda rasanya cukup untuk menggambarkan kehebatan seorang Ibnu Sambodo di dunia otak-atik motor. Tapi siapa sangka lelaki kelahiran 23 Mei 1974 ini justru berasal dari keluarga guru. “Mungkin darah mekanik saya berasal dari kakek. Kakek saya dulu pembuat alat penangkap ikan,” cerita Ibnu ketika saya temui di rumahnya pada 30 Mei 2009 dalam rangka liputan untuk Harian Jogja. Meski hidup di keluarga guru, namun Ibnu sudah akrab dengan dunia mekanik sejak kecil. Bila teman-teman sebayanya suka membeli mainan, anak ketiga dari tujuh bersaudara ini memilih membuat sendiri. Ia semakin akrab dengan dunia mekanik ketika akhirnya masuk ke jurusan teknik elektro UGM di tahun 1992. Sayang, penghasilan orang tuanya yang pas-pasan tak mampu menyokong kuliah Ibnu secara penuh. Alumnus SMA 3 Solo inipun berinisiatif mencari tambahan uang saku dengan menawarkan jasa servis motor. Pelanggan pertamanya adalah teman-teman kosnya sendiri. Yang menarik, waktu itu Ibnu malah belum punya motor sendiri. “Sampai sekarang saya masih heran, kok bisa teman-teman percaya motornya saya perbaiki. Padahal saya sendiri tidak punya motor,” katanya sambil tak pilih-pilih pelanggan. Ia juga tak pilih-pilih bayaran. Mau dibayar dengan uang oke, hanya diberi nasi bungkus juga ia terima. Alhasil, pelanggannya semakin banyak. Halaman kamar kosnya berubah jadi bengkel dadakan. Tentu saja hal ini menuai protes dari penghuni kos lain karena merasa terganggu. Ibnu Sambodo foto ekoMendirikan Manual TechTerlalu asyik dengan bengkelnya membuat kuliah Ibnu keteteran. Lelaki yang semasa SMP pernah menjadi pelajar terbaik se-Kabupaten Wonogiri ini akhirnya memilih keluar dari kampus. “Mungkin saya memang tidak cocok di dunia akademis. Saya cocoknya di dunia praktis,” ujarnya coba memberi alasan. Namun Ibnu tak mengingkari jika biaya menjadi alasan utama dalam pengambilan keputusan tersebut. Tak lama setelah itu, Ibnu mulai mengenal dunia balapan. Perkenalan tersebut boleh dibilang tidak disengaja. Kebetulan waktu itu salah seorang tetangga kosnya hobi balap motor dan Ibnu dipercaya mengotak-atik motor tunggangannya. Jadilah Ibnu semacam mekanik tak resmi dari tetangga kosnya tersebut. Seiring berjalannya waktu, kepiawaian Ibnu mengoprek motor semakin meningkat. Motor-motor yang ia pegang selalu menjadi yang tercepat. Namanya lantas semakin dikenal sebagai mekanik andal di kalangan pembalap. Sadar akan potensi yang ia miliki, Ibnu kemudian mendirikan tim mekanik yang ia namai Manual Tech. Di bawah bendera tim inilah Ibnu menjual jasa otak-atik motor kepada para pembalap. Dan hasil di atas lintasan menunjukkan betapa motor-motor oprekan Ibnu selalu dominan. Kecemerlangan Ibnu dan Manual Tech-nya memikat hati sponsor, di antaranya Suzuki. Pabrikan asal Jepang ini berniat mengajak Ibnu bekerja sama membentuk tim balap. Ibnu setuju. Maka lahirlah Suzuki Manual Tech yang mulai ikut balapan di musim 2000. Sepanjang 2000-2008, Suzuki berhasil mendominasi seluruh ajang yang diikutinya kendati tak selalu jadi juara. “Sampai sekarang saya masih heran, kok bisa teman-teman percaya motornya saya perbaiki. Padahal saya sendiri tidak punya motor.”–Ibnu Sambodo–Kini, bersama Kawasaki Ibnu tak memasang target muluk-muluk. Namun ia menegaskan kalau dirinya selalu berkeinginan untuk menjadi semakin baik dari tahun ke tahun. “Semua itu kan butuh proses, tidak ada hasil yang instan,” katanya mencoba berfilsafat. Ketika ditanya apa rahasianya sehingga bisa merajai dunia otak-atik motor, Ibnu hanya tersenyum. Lelaki beristri dokter ini kemudian bercerita, ia sudah suka membaca segala referensi seputar mesin sejak masih SD. Karena itu ia bisa menguasai seluk-beluk mesin dan fungsi masing-masing komponennya. “Saya belajar mesin bukan hanya pada kulit yang nampak, tapi juga bagaimana sebuah proses mekanik terjadi. Ini yang tidak dilakukan mekanik lain,” tambahnya. Di akhir pembicaraan, Ibnu menyampaikan harapannya pada dunia balap nasional. Ia berpendapat, sudah saatnya Indonesia mulai merintis ajang-ajang balap supersport. Selama ini yang ada hanya balapan motor bebek. Akibatnya pembalap nasional sukar menembus ajang balapan yang lebih bergengsi di tingkat internasional semacam MotoGP. “Contohnya Doni Tata. Karena di sini terbiasa balapan pakai motor bebek, begitu masuk GP ya keteteran,” pungkasnya. Untuk menularkan keahliannya mengoprek motor, Ibnu membuka sekolah mekanik yang diberi nama Manual Tech Course. Dengan sekolah ini Ibnu berharap dapat melahirkan banyak engine builder di Indonesia. Berbeda dengan mekanik biasa, engine builder bisa merancang, menganalisa, sekaligus mengembangkan mesin garapan mereka sendiri. Semoga harapan Pakdhe Ibnu Sambodo segera tercapai.
ibnu sambodo dan mekanik jepang