Teruskanmembaca untuk mengetahui cara mengurangkan jejak karbon anda semasa mengembara. Jika anda telah mula membuat perubahan gaya hidup untuk membantu memastikan dunia kita lebih bersih dan sihat, maka sudah tiba masanya anda mengubah beberapa tabiat perjalanan anda untuk manfaat planet kita yang sederhana dan semua penduduknya. Menghitungjejak karbon dari industri minyak kelapa sawit berkaitan dengan tiga fase proses produksi, yaitu (1) konversi tutupan lahan sebelunya, (2) pengelolaan perkebunan kelapa sawit, (3) transportasi dan pengolahan dalam pabrik. Pembukaan lahan untuk perkebunan kebanyakan dilakukan dengan cara menebang dan membakar pepohonan atau alang Jejakjejak karbon ada hampir di setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Dengan mengetahuinya, maka kita dapat meminimalisir produksi karbon sehari-hari. Dengan begitu kita bisa mencari jarak terdekat dan tercepat untuk mencapai tujuan.Hindari jalan yang membelah kota besar dan dihiasi dengan stoplights, persimpangan dan pejalan kaki djZ81. Tahukah kamu bahwa aktivitas sehari-hari yang kita jalani berpotensi meninggalkan jejak karbon? Apakah kamu juga tau jika jejak karbon tersebut adalah sebab utama terjadinya perubahan iklim? Sebelum jauh membahas apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak karbon, tentunya kita perlu memahami apa itu jejak karbon. Ibarat kata, untuk menang, kamu harus bisa mengenali musuhmu terlebih dahulu nih! Makanya, yuk simak penjelasan tentang jejak karbon di bawah ini agar kamu, aku, dan kita, lebih mudah berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon! Tahukah kamu apa itu jejak karbon? Simak penjelasannya di bawah ini! Pengertian carbon footprint menurut Wiedman dan Minx 2008 adalah ukuran dari jumlah total emisi karbondioksida secara langsung maupun tidak langsung yang disebabkan oleh suatu kegiatan. Sedangkan menurut Ardinsyah 2009 jejak karbon adalah suatu ukuran dari aktivitas manusia yang menimbulkan dampak kepada lingkungan, yang diukur dari seberapa banyak gas rumah kaca yang dihasilkan, biasanya dihitung dengan unit CO2. Sederhananya, jejak karbon atau carbon footprint adalah akumulasi jumlah gas-gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia. Baik itu secara individu, keluarga, atau kelompok manusia yang lebih besar. Mengingat, beberapa aktivitas manusia seperti pembakaran gas, minyak, dan batubara melepaskan karbon dioksida CO2 ke atmosfer. Menurut Arisandi, setiap tahunnya konsentrasi karbon dioksida di udara terus mengalami peningkatan, di mana secara otomatis hal tersebut menyebabkan suhu bumi juga meningkat Arisandi, 2011, dalam Wiratama dkk, 2016. Pendek kata, semakin tingginya aktivitas yang kita lakukan, maka makin tinggi jejak karbon yang kita tinggalkan. Lantas, apa saja aktivitas keseharian kita yang tanpa disadari menyumbang jejak karbon di udara? Berikut ini penjelasan lengkapnya. Baca juga Mengenal Apa Itu Lapisan Ozon dan Peran Pentingnya bagi Mahkluk Hidup 2022 Infografis tentang jejak karbon oleh LindungiHutan. Pengguanaan beberapa jenis kendaraan ternyata menghasilkan emisi yang menyumbang jejak karbon atau carbon footprint. Jejak karbon berasal dari berbagai sektor-sektor kehidupan yang mana setiap sektor menghasilkan carbon footprint yang berbeda-beda. Di antara sektor-sektor tersebut, sektor rumah tangga menjadi salah satu penghasil emisi terbesar. Berdasarkan data tahun 2021 oleh Institute for Essential Service Reform IESR, sektor rumah tangga di Indonesia menyumbang 3,8% karbon CO2 langsung, serta 20,7% karbon CO2 tidak langsung. Akumulasi jumlah emisi yang dihasilkan adalah 0,58 ton CO2/kapita, di mana jumlah tersebut jauh dari rata-rata angka dari aksi iklim menuju net zero Rusyda Al Latifa, 2022. Sementara itu, melansir dari di Kanda, aktivitas rumah tangga masyarakatnya menghasilkan 42% emisi gas rumah kaca. Aktivitas-aktivitas rumah tangga yang termasuk jejak karbon adalah sebagai berikut 1. Konsumsi Makanan Mengonsumsi makanan dengan proses produksi yang panjang seperti produk susu dan daging ternyata menyumbang emisi yang sangat tinggi. Kontribusi emisi dari kegiatan produksi pangan tersebut bahkan mencapai 83%. Itu jauh lebih rendah dibanding dengan kegiatan transportasi pangan yang menyumbang sekitar 11% emisi Greg McDermid, 2020. Karenanya, cara mengurangi jejak karbon untuk masalah ini adalah dengan mengurangi konsumsi daging dan produk susu. Memilih konsumsi makanan lokal dan mengurangi konsumsi pangan impor juga dapat memangkas emisi karbon. 2. Transportasi yang Kita Gunakan Jenis kendaraan yang kita gunakan untuk menunjang aktivitas kita ternyata berkontribusi dalam menyumbang jejak karbon. Selain jenis kendaraan, itu bergantung pada bahan bakar yang digunakan, serta jarak yang ditempuh. Jika kita semakin sering menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, maka makin tinggi juga jejak karbon yang kita tinggalkan. Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi di sektor transportasi adalah memakai angkutan umum jika jarak yang dituju cukup jauh, dan memakai sepeda jika tempat tujuan dekat. Apabila perjalanan mengharuskan membawa kendaraan pribadi gunakanlah kendaraan yang kecil dan konsumsi bahan bakarnya tidak boros. 3. Bagaimana Kita Menggunakan Energi Listrik Kemajuan teknologi memang membuat kehidupan sehari-hari kita semakin mudah. Terutama dengan ditemukannya alat-alat teknologi yang seolah tidak ada habisnya. Namun nyatanya, kemudahan yang kita dapatkan harus dibayar mahal dengan emisi karbon yang dihasilkan. Umumnya, alat-alat teknologi yang ada di rumah kita masih menggunakan energi listrik berbahan bakar fosil. Tentunya hal demikian menjadi penyebab jejak karbon terus meningkat. Karena sekali lagi, untuk setiap pembakaran gas berbahan karbon akan melepaskan CO2 ke udara. Untuk itu, menggunakan listrik secara bijak dengan mematikannya saat tidak digunakan sangat membantu mengurangi jejak karbon. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara kontinu. Seperti yang telah dipaparkan di atas, jejak karbon yang dihasilkan oleh kegiatan manusia menyebabkan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terus meningkat. Peningkatan konsentrasi CO2 tersebut berdampak pada perubahan iklim atau pemanasan global. Saat ini perubahan iklim memang menjadi permasalahan paling serius. Meskipun rentetan dampaknya semakin nyata dan begitu mengerikan, tahun ke tahun bumi terus mengalami peningkatan suhu. Keadaan semakin diperparah dengan kerusakan hutan yang juga mengalami percepatan. Jika kondisi demikian terus terjadi, kelaparan, cuaca ekstrem, bencana, muncul wabah-wabah baru, penurunan sumber daya alam, dan puncaknya adalah terjadinya kepunahan massal benar-benar akan terjadi. Namun kabar baiknya adalah dunia sudah mulai mendeteksi dan sadar akan krisis iklim yang melanda bumi ini. Hal tersebut dibuktikan dengan mitigasi-mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah dunia dalam mengurangi emisi karbon. Salah satunya adalah penetapan pajak karbon yang telah diterapkan di beberapa negara. Finlandia merupakan negara pertama yang mengadopsi pajak karbon sejak tahun 1990. Kemudian, 16 negara lainnya menyusul, seperti Irlandia, Jepang, Inggris, Chili, Portugal, Singapura, dan lainnya. Indonesia sendiri mulai mengenakan pajak karbon sejak April tahun ini. Itu diatur dalam Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan UU HPP, dan telah disahkan oleh DPR pada 6 Oktober 2021. Pengenaan pajak karbon adalah salah satu upaya untuk mengurangi konsentrasi gas rumah kaca. Pajak karbon sendiri adalah upaya mengurangi konsentrasi gas rumah kaca dengan mengenakan pajak untuk setiap produk yang menghasilkan emisi karbon. Penetapan pajak karbon juga diharapkan dapat menstimulus masyarakat untuk beralih dari aktivitas yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi bahan bakar ramah lingkungan Wijaya, 2022. Selain pajak karbon, terdapat beberapa penemuan inovatif tiap negara untuk mengurangi jejak karbon. Misalnya, pohon sintetis di Colorado, Amerika, yang dapat menyerap CO2 seribu kali lipat dari pohon alam. Selain itu, ada rumah pintar di Fukuoka, Jepang, yang energi listriknya datang dari angin dan cahaya matahari. Tak kalah dengan negara maju di atas, Indonesia melalui Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi mengembangkan kolam dengan mikroalga sebagai penangkap karbon yang efektif Tempo, 2022. Baca juga 8 Jenis Polutan Berbahaya bagi Kesehatan Manusia, Debu juga Termasuk Loh! Pengertian jejak karbon carbon footprint. Kegunaan Karbon Kalkulator “Imbangi” untuk Menghitung Jejak Karbon Mungkin terbesit dipikiran, berapa banyak ya jejak karbon yang dihasilkan oleh aktivitas harian kita. Jadi, LindungiHutan memiliki karbon kalkulator yang bernama Imbangi. Kegunaannya, agar kita tahu dari segala aktivitas yang kita lakukan ternyata menghasilkan karbon yang berdampak buruk bagi bumi. Dengan Imbangi, kita bisa menebus karbon yang selama ini kita hasilkan dengan menanam sejumlah pohon sebagai penyerap karbon. Manusia tidak dapat menyerap karbon, oleh karena itu kita memanfaatkan pohon untuk menyerap karbon yang ada di bumi ini. Istilahnya simbiosis mutualisme, pohon menyerap karbon dan mengeluarkan oksigen dalam proses fotosintesis, sedangkan manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas kita tidak akan lepas dari menghasilkan jejak karbon. Meski demikian, kita masih punya kesempatan untuk berkontribusi menguranginya. Langkah kecil untuk menyelamatkan bumi yang bisa dimulai dari diri, dan rumah kita. FAQ Apa yang dimaksud dengan jejak karbon? Jejak karbon carbon footprint adalah akumulasi jumlah gas-gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia. Semakin tingginya aktivitas yang kita lakukan, maka makin tinggi jejak karbon yang kita tinggalkan, dan akan semakin panas juga suhu bumi di atmosfer. Bagaimana dampak jejak karbon? Jejak karbon yang dihasilkan oleh kegiatan manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi CO2. Hal ini berdampak pada perubahan iklim atau pemanasan global. Apa saja aktivitas yang menghasilkan jejak karbon? Jejak karbon berasal dari berbagai sektor-sektor kehidupan yang mana setiap sektor menghasilkan carbon footprint yang berbeda-beda. Salah satu penyebab jejak karbon tertinggi adalah kegiatan di sektor rumah tangga. Meliputi makanan yang kita konsumsi, kendaraan yang kita gunakan, energi-energi listrik yang kita pakai, serta sampah yang kita buang. Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini Penulis Maswanajih dan Ana Salsabila Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan, Upayakan Dampak Baik Bagi Bumi LindungiHutan telah dipercaya 40 ribu sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, trasnparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Jejak karbon merupakan keseluruhan emisi gas rumah kaca yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung dari sebuah proses produksi, organisasi atau satu individu. Sebagai contoh jejak karbon untuk satu kali penerbangan dari London ke New York adalah setara 0,68 ton CO 2 , atau jejak karbon rata rata penduduk inggris pada tahun 2006 adalah setara 653 juta ton CO 2 Carbon Trust, 2008. Jejak karbon dapat dijabarkan menjadi komponen komponen penyusunnya untuk menunjukan perbedaan sumber emisi secara relatif. Jejak karbon terukur dinyatakan dalam CO 2 equivalent/setara dan biasanya dalam satuan ton. Frasa ekivalen atau setara memberi arti bahwa jejak karbon ini terbentuk dari sejumlah gas rumah kaca yang berbeda, yang telah dikonversi dalam jumlah yang setara dengan CO 2 dengan tujuan agar semua emisi tersebut dinyatakan dalam satu satuan tunggal. Protokol gas rumah kaca mensyaratkan paling tidak enam jenis gas rumah kaca yaitu karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon dan sulfur heksaflrorida. Dalam perhitungan jejak karbon dikenal dua jenis perhitungan terkait dengan aktivitas suatu usaha atau bisinis. Yang pertama adalah mengukur jejak karbon suatu organisasi dari keseluruhan aktivitas, dan yang kedua adalah melihat jejak karbon sebagai sebuah daur pemakaian suatu produk atau jasa life cycle. Menghitung jejak karbon melalui dua metode tersebut diatas sangat berguna dan sebagai langkah awal bagi usaha yang lebih luas dan intensif dalam mengurangi emisi karbon organisasi yang bersangkutan. Lebih dari itu hasil perhitungan jejak karbon akan menjadi semacam pembanding benchmark untuk mengukur perubahan dan hasil yang telah dilakukan. Dalam panduan ini kita akan menjelaskan kedua perhitungan jejak karbon sebagaimana dimaksud diatas, bagaimana prosedur perhitungannya, cara untuk mengkomunikasikannya dan pentig dari itu benefit atau keuntungan yang akan diperoleh dengan melaksanakan perhitungan jejak karbon. Pengantar perhitungan jejak karbon Sebagai langkah pertama dalam mengelola dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari suatu organisasi, maka kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan emisi dan jenis aktivitas dan produk apa yang menjadi penyebabnya. Setiap bisnis mempunyai peluang untuk mengurangi emisi karbonnya, dan kecenderungan yang terjadi secara global untuk hal tersebut adalah semakin meningkat. Hal yang menjadi alasan untuk hal tersebut adalah semakin tinggi dan volatilnya harga energi sehingga pemilihan langkah penghematan adalah suatu keharusan. Berbagai peraturan yang dikeluarkan dalam dekade terakhir juga semakin memberikan benefit bagi perusahaan dan bisnis untuk melakukan usaha tersebut. Peraturan dimaksud Jejak karbon atau carbon footprint adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu aktivitas, produk, atau organisasi. Semua kegiatan manusia seperti transportasi, produksi listrik, dan konsumsi makanan menghasilkan emisi gas rumah kaca, yang pada akhirnya berkontribusi pada perubahan iklim. Oleh karena itu, menghitung jejak karbon adalah langkah penting dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif kegiatan manusia pada lingkungan. Artikel ini akan membahas cara menghitung jejak karbon dengan menggunakan beberapa metode yang berbeda. Metode Penghitungan Jejak Karbon 1. Metode Bottom-up Metode bottom-up adalah metode penghitungan jejak karbon yang paling sering digunakan. Metode ini melibatkan pengukuran langsung emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu aktivitas, seperti transportasi atau produksi listrik. Metode bottom-up memerlukan data yang sangat rinci, termasuk jenis bahan bakar yang digunakan, jumlah bahan bakar yang digunakan, dan efisiensi energi dari peralatan yang digunakan. Metode bottom-up sangat akurat dan dapat digunakan untuk mengukur jejak karbon dari aktivitas yang sangat spesifik. 2. Metode Top-down Metode top-down melibatkan pengukuran emisi gas rumah kaca pada tingkat nasional atau global dan kemudian memperkirakan kontribusi suatu aktivitas terhadap emisi tersebut. Metode top-down lebih mudah dilakukan daripada metode bottom-up karena memerlukan sedikit data yang sangat detail. Namun, metode top-down kurang akurat daripada metode bottom-up karena tidak memperhitungkan perbedaan dalam efisiensi energi dan penggunaan bahan bakar yang digunakan oleh aktivitas yang berbeda. 3. Metode Hayati Metode hayati melibatkan pengukuran jumlah karbon yang diserap oleh biomassa, seperti tanaman atau hutan. Metode ini juga mencakup pengukuran emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas seperti pertanian dan kehutanan. Metode hayati sangat akurat dalam mengukur jejak karbon dari aktivitas yang berhubungan dengan biomassa, namun kurang relevan untuk aktivitas yang tidak berhubungan dengan biomassa. Langkah-langkah Menghitung Jejak Karbon 1. Tentukan Ruang Lingkup Pengukuran Langkah pertama dalam menghitung jejak karbon adalah menentukan ruang lingkup pengukuran. Ini berarti menentukan aktivitas atau produk apa yang akan diukur, serta sumber-sumber emisi gas rumah kaca yang terkait dengan aktivitas atau produk tersebut. Misalnya, jika Anda ingin mengukur jejak karbon dari transportasi pribadi, Anda harus mempertimbangkan jenis kendaraan yang digunakan, jarak yang ditempuh, dan jenis bahan bakar yang digunakan. 2. Kumpulkan Data Setelah menentukan ruang lingkup pengukuran, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang dibutuhkan. Data ini termasuk jenis bahan bakar yang digunakan, jumlah bahan bakar yang digunakan, efisiensi energi dari peralatan yang digunakan, dan faktor emisi gas rumah kaca dari bahan bakar yang digunakan. 3. Hitung Emisi Gas Rumah Kaca Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas atau produk tersebut. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan kalkulator jejak karbon online atau spreadsheet yang dirancang khusus untuk menghitung jejak karbon. 4. Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Setelah mengetahui jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas atau produk tersebut, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk mengurangi emisi tersebut. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi energi, menggunakan bahan bakar yang lebih bersih, atau mengganti peralatan yang lebih efisien. Setelah mengurangi emisi sebanyak mungkin, Anda dapat menggunakan kalkulator jejak karbon untuk menghitung ulang jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Faktor yang Mempengaruhi Jejak Karbon 1. Transportasi Transportasi adalah salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi jejak karbon. Kendaraan bermotor menghasilkan emisi gas rumah kaca yang cukup besar, terutama jika digunakan dalam jarak yang jauh atau dalam kondisi macet. Alternatif yang lebih ramah lingkungan termasuk bersepeda, menggunakan transportasi umum, atau mobil listrik. 2. Listrik Produksi listrik juga mempengaruhi jejak karbon. Beberapa sumber energi, seperti batu bara dan minyak bumi, menghasilkan banyak emisi gas rumah kaca. Alternatif yang lebih bersih termasuk panel surya, turbin angin, atau hidroelektrik. 3. Konsumsi Makanan Produksi makanan juga dapat memiliki dampak besar pada jejak karbon. Produksi daging dan produk susu menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih besar daripada produksi sayuran dan buah-buahan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan termasuk makan makanan nabati atau mengurangi konsumsi daging dan produk susu. Kesimpulan Menghitung jejak karbon adalah langkah penting dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif kegiatan manusia pada lingkungan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung jejak karbon, termasuk metode bottom-up, top-down, dan hayati. Langkah-langkah dalam menghitung jejak karbon meliputi menentukan ruang lingkup pengukuran, mengumpulkan data, menghitung emisi gas rumah kaca, dan mengurangi emisi tersebut. Transportasi, produksi listrik, dan konsumsi makanan adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi jejak karbon. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, kita dapat membantu melindungi lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. FAQs 1. Apa itu jejak karbon? Jejak karbon adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu aktivitas, produk, atau organisasi. 2. Mengapa penting untuk menghitung jejak karbon? Menghitung jejak karbon adalah langkah penting dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif kegiatan manusia pada lingkungan. Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, kita dapat membantu melindungi lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. 3. Apa yang mempengaruhi jejak karbon? Faktor yang mempengaruhi jejak karbon termasuk transportasi, produksi listrik, dan konsumsi makanan. 4. Bagaimana cara menghitung jejak karbon? Langkah-langkah dalam menghitung jejak karbon meliputi menentukan ruang lingkup pengukuran, mengumpulkan data, menghitung emisi gas rumah kaca, dan mengurangi emisi tersebut. 5. Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi jejak karbon? Mengurangi jejak karbon dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi energi, menggunakan bahan bakar yang lebih bersih, atau mengganti peralatan yang lebih efisien. Menghitung jejak karbon Carbon Footprint, apa lagi itu?. Jejak karbon adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh suatu organisasi, peristiwa event, produk atau individu. Emisi karbon CO2 yang kita hasilkan berasal dari berbagai aktifitas sehari-hari seperti penyalaan lampu dan peralatan listrik, pola makan, dan cara bepergian. Jejak karbon inilah yang akan kita hitung. Untuk meghitung jejak karbon yang kita hasilkan sehari-hari kini telah tersedia berbagai alat bantu yang biasa disebut Karbon Kalkulator Carbon Footprint Calculator. Kalkulator Jejak Karbon. Kini, berbagai situs menyediakan Kalkulator Jejak Karbon Carbon Footprint Calculator yang dapat kita manfaatkan untuk menghitung sebera besar emisi karbon yang dihasilkan dalam keseharian. Beberapa Kalkulator Jejak Karbon antara lain Carbon Footprint Calkulator – WWF Indonesia Kalkulator jejak karbon milik WWF Indonesia ini tergolong yang sederhana dan paling mudah digunakan. Sobat cukup mengunjungi situs Tanpa perlu mendaftar Sobat langsung dihadapkan pada beberapa pertanyaan tentang transportasi dan kondisi rumah. Setelah diisi kesemuanya, klik tombol “Hitung” yang ada di bagian bawah dan anda langsung diperlihatkan hasilnya berupa jumlah CO2 yang dikeluarkan dalam setahun dalam satuan ton. Sobat juga diberikan saran untuk menanam pohon setara dengan emisi karbon yang dihasilkan. Kalkulator Jejak Karbon – IESR Indonesia Menghitung jejak karbon menggunakan Kalkulator dari IESR Institute for Essential Services Reform, Sobat diharuskan untuk registrasi. Pertama kunjungi situs Setelah registrasi, ceck email konfirmasi dan klik link “Activate Your Account“. Setelahnya Sobat bisa login dan mulai melakukan penghitungan emisi harian. Isi pertanyaan yang disediakan berkenaan dengan pemakaian listrik harian, sampah harian, dan perjalanan harian. Jika sudah, klik “Hitung Total Emisi” di bagian bawah. Hasil penghitungan terdiri atas tiga bagian yakni Emisi Harian, Emisi Tahunan, dan Emisi Perjalanan Udara dalam satuan gram. Sobat juga bisa mengetahui menghitung seberapa besar emisi yang bisa dikurangi jika bersedia lebih hemat. Kalkukator Jejak Karbon lainnya Masih banyak kalkutor penghitung jejak karbon lainnya yang bisa digunakan dan disediakan oleh berbagai situs, seperti Namun menurut hemat saya kedua kalkulator yang di atas lebih sesuai dengan kondisi di Indonesia. Tidak akurat 100%. Berapa patokan seorang dikatakan poluter, atau ramah lingkungan. Namun menurut US Department of Energy’s Carbon Dioxide Information Analysis Center CDIAC rata-rata emisi karbon per kapita di Indonesia pada tahun 2008 adalah 1,8 ton setara CO. Pun penghitungan jejak karbon yang dilakukan oleh kalkulator-kalkulator ini tidak bisa dianggap akurat 100%. Karena perhitungan carbon footprint jauh lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak parameter dan variabel. Namun setidaknya dapat diukur seberapa banyak Sobat ikut menyumbang pemanasan global pada satu-satunya bumi ini sehingga menjadi acuan untuk lebih ramah lingkungan. Referensi dan gambar Baca artikel tentang lingkungan dan alam lainnya Tentang alamendah Panggil saja saya Alamendah, tinggal di Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Seorang biasa yang ingin berbagi dengan sobat. Unduh PDF Unduh PDF Menghitung jejak karbon sendiri dapat membantu Anda mengenali berbagai cara untuk mengurangi dampak pada lingkungan. Menghitung jejak karbon mengharuskan Anda mempertimbangkan beragam faktor. Anda mungkin tidak bisa mendapatkan angka pasti dari jejak karbon Anda, tetapi Anda bisa mendapat estimasi yang cukup akurat. Anda bisa menghitung beberapa hal, seperti jumlah air dan limbah, poin-poin pemakaian, sedangkan hal lain, seperti efek penggunaan mobil dan peralatan rumah tangga, dapat dihitung dalam satuan ton emisi C02. 1 Hitung jumlah orang di rumah Anda. Jika Anda tinggal sendiri, jejak karbon Anda kemungkinan akan lebih tinggi daripada orang yang tinggal di rumah atau apartemen bersama orang lain. Jika tinggal bersama orang lain, Anda akan berbagi ongkos listrik, air, bahan bakar untuk hidup di rumah. Jika Anda tinggal sendiri, tambahkan 14 poin ke dalam jejak karbon Anda. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan 1 orang lain, tambahkan 12 poin. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan 2 orang lain, tambahkan 10 poin. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan 3 orang, tambahkan 8 poin. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan 4 orang, tambahkan 6 poin. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan 5 orang, tambahkan 5 poin. Jika Anda berbagi rumah atau apartemen dengan lebih dari 5 orang, tambahkan 2 poin. 2 Perhatikan ukuran rumah Anda. Rumah berukuran kecil memberi efek yang lebih sedikit terhadap lingkungan. Perhatikan ukuran rumah Anda saat menghitung dampaknya terhadap lingkungan. Jika Anda tinggal di rumah besar, tambahkan 10 poin ke dalam skor. Jika Anda tinggal di rumah berukuran sedang, tambahkan 7 poin. Jika Anda tinggal di rumah kecil, tambahkan 4 poin. Jika Anda tinggal di apartemen, tambahkan 2 poin. 3 Evaluasi pilihan makanan Anda. Jenis makanan yang disantap juga memengaruhi jejak karbon Anda. Jejak tersebut akan lebih besar jika Anda menyantap daging ternak secara rutin, dan angka itu akan mengecil jika Anda sama sekali tidak menyantap daging atau produk hewani. Jika Anda menyantap daging hewan ternak setiap hari, tambahkan 10 poin. Jika Anda menyantap daging hewan ternak beberapa kali dalam seminggu, tambahkan 8 poin. Jika Anda adalah seorang vegetarian, tambahkan 4 poin. Jika Anda seorang vegan atau hanya menyantap daging hewan liar, tambahkan 2 poin. Anda juga perlu menambah 12 poin apabila sebagian besar makanan yang Anda santap adalah makanan kemasan, seperti piza beku, sereal, dan keripik kentang. Jika Anda menyantap makanan kemasan dan makanan segar secara seimbang, cukup tambahkan 6 poin. Jika Anda hanya memakan bahan-bahan segar, bahan-bahan dari petani lokal, atau daging hewan buruan, tambahkan 2 poin. 4 Periksa konsumsi air Anda. Konsumsi air dari perabotan di rumah juga penting untuk diperhatikan saat menghitung jejak karbon. Pertimbangkan berapa kali dalam seminggu Anda menyalakan mesin pencuci piring dan/atau mesin cuci. Jika Anda menyalakan mesin pencuci piring atau mesin cuci lebih dari 9 kali dalam seminggu, tambahkan 3 poin. Jika Anda memakai mesin tersebut sebanyak 4 sampai 9 kali, tambahkan 2 poin. Jika Anda memakainya sebanyak 1 sampai 3 kali, tambahkan 1 poin. Jika Anda tidak punya mesin ini, tidak perlu menambah poin. Apabila Anda memiliki mesin pencuci piring dan mesin cuci, kalikan poin Anda dengan dua. 5 Tentukan berapa banyak pembelian rumah tangga yang Anda lakukan setiap hari. Jumlah barang rumah tangga yang dibeli juga dapat memengaruhi jejak karbon Anda. Jika Anda membeli banyak barang baru, skor Anda akan lebih tinggi daripada orang lain yang tidak membeli apa-apa atau hanya membeli barang bekas. Jika Anda membeli lebih dari 7 barang baru berupa furnitur, elektronik, atau gawai rumah tangga lainnya per tahun, tambahkan 10 poin. Jika Anda membeli antara 5 sampai 7 barang, tambahkan 8 poin. Jika Anda membeli antara 3 sampai 5 barang , tambahkan 6 poin. Jika Anda membeli kurang dari 3 barang, tambahkan 4 poin. Jika Anda hampir tidak membeli apa-apa atau hanya membeli barang bekas, tambahkan 2 poin. 6 Pertimbangkan berapa banyak limbah yang Anda hasilkan. Makin banyak tempat sampah yang terisi tiap minggu, makin besar jejak karbon Anda. Hitunglah berapa sering Anda mengisi tempat sampah setiap minggu dan tambahkan poin sesuai jumlah tersebut. Jika Anda mengisi 4 tempat sampah setiap minggu, tambahkan 50 poin. Jika Anda mengisi 3 tempat sampah per minggu, tambahkan 40 poin. Jika Anda mengisi 2 tempat sampah per minggu, tambahkan 3 poin. Jika Anda mengisi 1 tempat sampah per minggu, tambahkan 20 poin. Jika Anda mengisi setengah tempat sampah atau kurang per minggu, tambahkan 5 poin. 7 Kenali jumlah limbah yang Anda daur ulang. Jika Anda tidak melakukan daur ulang, tambahkan 24 poin ke skor Anda. Namun, jika Anda melakukannyam mulailah dengan memberi 24 poin, lalu kurangi sesuai jenis barang yang didaur ulang. Anda bisa membagi empat poin dari masing-masing kategori berikut ini Kaca Plastik Kertas Aluminium Besi Limbah makanan pembuatan kompos 8 Hitung skor transportasi tahunan. Anda juga perlu mempertimbangkan jejak karbon saat bepergian, baik berdasarkan jarak yang Anda tempuh dengan kendaraan pribadi, jarak yang ditempuh dengan transportasi publik, dan jarak yang ditempuh saat bepergian dengan pesawat untuk berlibur. Untuk penggunaan kendaraan pribadi, tambahkan 12 poin apabila Anda bepergian lebih dari km per tahun. Tambahkan 10 poin jika Anda bepergian sejauh km sampai km per tahun. Tambahkan 6 poin jika Anda bepergian sejauh km sampai km per tahun. Tidak perlu menambah poin jika Anda tidak punya mobil. Untuk transportasi umum, tambahkan 12 poin jika Anda bepergian lebih dari km per tahun. Tambahkan 10 poin jika Anda bepergian sejauh km sampai km per tahun. Tambahkan 6 poin jika Anda bepergian sejauh km sampai km per tahun. Tambahkan 4 poin jika Anda bepergian sejauh km sampai km per tahun. Tambahkan 2 poin apabila Anda bepergian kurang dari km per tahun. Tidak perlu menambahkan apa pun apabila Anda tidak memakai transportasi publik. Untuk perjalanan udara, tambahkan 2 poin apabila Anda hanya bepergian dalam jarak pendek selama 1 tahun, seperti perjalanan antarkota di satu pulau yang sama. Tambahkan 6 poin jika Anda bepergian lebih jauh, seperti ke pulau lain atau negara tetangga. Tambahkan 20 poin jika Anda bepergian jauh, seperti ke benua lain. 9 Jumlahkan semua poin yang Anda miliki. Setelah menghitung poin untuk masing-masing kategori, jumlahkan semuanya untuk mendapat skor jejak karbon. Makin kecil skonya, makin bagus. Jika skor Anda kurang dari 60 poin, Anda memberi dampak kecil pada planet ini. Jika lebih tinggi dari 60 poin, Anda mungkin perlu mencari cara lain untuk mengurangi dampak terhadap planet ini. Sebagai contoh, Anda bisa mengganti perabotan lama dengan perabotan hemat energi, mengurangi pembelian barang kemasan, memakai transportasi publik atau menebeng, membuat kompos, dan mendaur ulang. Iklan 1 Tambahkan 2 sampai 12 ton emisi CO2 jika Anda memiliki sebuah mobil. Mobil yang Anda beli tentu perlu diproduksi sehingga menambah jumlah jejak karbon Anda. Namun, ingatlah bahwa jejak karbon produksi mobil berlaku seumur hidup kendaraan tersebut. Dengan demikian, makin lama Anda mengendarainya, makin rendah dampaknya seiring waktu. Mulailah dengan menambah antara 5 sampai 12 ton emisi CO2, tergantung dari ukuran mobil Anda.[1] Jika Anda memiliki kendaraan hibrida atau elektrik, tambahkan 2 ton emisi CO2. Jika Anda memiliki mobil kecil atau mobil berukuran mini, tambahkan 5 ton emisi CO2. Jika Anda memiliki mobil berukuran sedang, seperti sedan, tambahkan 9 ton emisi CO2. Jika Anda memiliki kendaran besar, seperti SUV atau truk, tambahkan 12 ton emisi CO2. 2 Hitung total penggunaan bahan bakar. Jumlah bahan bakar yang dipakai untuk mengendarai mobil setiap tahun juga dapat memengaruhi jejak karbon Anda. Jika Anda sering mengendarai mobil, jejak karbonnya akan lebih besar. Periksa jarak yang telah ditempuh kendaraan dan jumlah km per liternya, lalu buat perhitungan sederhana berdasarkan informasi tersebut. Gunakanlah rumus total kilometer yang ditempuh/kilometer per liter = jumlah penggunaan bahan bakar. Sebagai contoh, km / 60 km per liter = 200 liter bahan bakar 3 Kalikan jumlah penggunaan bahan bakar berdasarkan faktor konversi. Untuk mengonversi total penggunaan bahan bakar pada mobil yang berubah menjadi emisi CO2, Anda perlu mengalikan hasilnya dengan faktor konversi 22. Gunakan rumus total bahan bakar yang dipakai X 22 = emisi CO2. Sebagai contoh, 200 liter X 22 = 1995 kg CO2 4 Periksa biaya kebutuhan rumah tangga setiap bulan. Beberapa perusahaan penyedia kebutuhan rumah tangga dapat memberikan jumlah jejak karbon Anda dalam satu bulan. Periksa tagihan kebutuhan rumah untuk mencari tahu jumlah pemakaian Anda, lalu masukkan angka tersebut ke dalam rumus sederhana untuk mengetahui dampaknya terhadap lingkungan. Kalikan kilowatt jam dengan 1,85. Sebagai contoh, 67 jam X 1,85 = pon CO2 sekitar 56 kilogram. Kalikan penggunaan gas alam Anda dalam satuan therm dengan 13,466. Sebagai contoh, 19 Therm X = 256 kg CO2 sekitar 116 kg. Kalikan satu tabung gas yang Anda pakai dengan 13. Sebagai contoh, 3 tabung X 13 = 39 pon CO2 sekitar 17 kg. Kalikan satu galon bahan bakar kendaraan sekitar 3,7 liter yang Anda pakai dengan 22. Sebagai contoh, 15 galon bahan bakar 56 liter X 22 = 330 pon bahan bakar sekitar 150 kg. 5 Pertimbangkan pengurangan karbon yang Anda lakukan. Jika Anda membeli atau melakukan sesuatu yang dapat mengurang jumlah karbon, Anda bisa mengurangi jumlah total emisi karbon sesuai dengan jumlah tersebut. Sebagai contoh, 1 pohon dapat menyerap satu ton karbon di sepanjang hidupnya. Jadi, jika Anda memiliki sedan berukuran sedang, menanam 9 pohon dapat mengimpaskan produksi jejak karbon mobil Anda.[2] Datangi kelompok-kelompok nonprofit yang menanam pohon untuk mengurangi emisi karbon. Anda bisa mendonasikan uang untuk melakukan penanaman pohon dan mengurangi jejak karbon Anda. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

cara menghitung jejak karbon